News210.com : Banyuwangi – De Djawatan merupakan salah satu destinasi wisata alam di wilayah Desa Benculuk, Kecamataan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, yang masuk dalam promosi wisata dan dikemas oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini.

Berkat branding yang bagus dari pemkab dan pegiat wisata saat mempromosikan, baik secara langsung maupun lewat medsos, menjadikan nama De Djawatan semakin membuat penasaran.

Tak terkecuali rasa penasaran Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Bumi Blambangan.

Di dampingi mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Administratur Perhutani/KPH Banyuwangi Selatan beserta jajaran, anak dari Ketua Umum Partai PDI Perjuangan ini tampak asyik menikmati eksotismenya pemandangan hutan trembesi yang ada di De Djawatan, Selasa (2/3/2021).

Dipandu pengelola De Djawatan, cucu Presiden pertama RI ini berkeliling destinasi wisata yang memiliki luas 3,8 hektare untuk memenuhi rasa penasarannya akan ke indahan hutan kecil yang dulunya adalah Tempat Penimbunan Kayu (TPK) milik KPH Banyuwangi Selatan.

Bahkan, wanita yang akrab dipanggil Mbak Puan ini tampak beberapa kali terlihat asyik berfoto selfie. Dalam obrolannya, politisi dari partai PDI Perjuangan tersebut mengaku sangat takjub dengan keberadaan ratusan pohon trembesi raksasa di De Djawatan, yang dianggap sebagai sektor pariwisata berbasis pelestarian ekosistem dan lingkungan.

“Udaranya sangat sejuk, pemandangannya indah khas hutan tropis. Padahal lokasinya ada ditengah pemukiman penduduk,” ungkap Puan.

Sebagai bukti ketakjubannya, Ketua DPR RI ini titip pesan tertulis di atas kertas besar pada pengelola De Djawatan dan pihak Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Isi tulisan pesan tersebut berbunyi “D’Jawatan, terus Jaga dan lestarikan pohon Indonesia untuk Indonesia,”.

KKPH Banyuwangi Selatan, Panca Putra Maju Sihite, mengaku senang dan tersanjung atas kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani. Menurutnya, kehadiran Puan merupakan motivasi untuk terus mengelola dan melestarikan hutan bekas Tempat Penimbunan Kayu (TPK) ini.

“De Djawatan ini adalah salah satu bentuk sinergitas dan dukungan kami terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan sektor pariwisata,” jelasnya.

Demi kenyamanan wisatawan, pihaknya berencana akan terus melengkapi fasilitas dan wahana di destinasi De Djawatan. Namun dengan tetap mengedepankan kelestarian dan keasrian alam.

Seperti apa yang telah dilakukan Ketua DPR RI, pengelola De Djawatan berencana akan menyediakan kanvas lukis untuk pengunjung menulis kesan dan pesan saat berkunjung ke destinasi wisata ini. Untuk diketahui, De Djawatan adalah tempat wisata unggulan dan terfavorit di Bumi Blambangan yang di dalamnya terdapat ratusan pohon trembesi raksasa peninggalan masa penjajahan Belanda yang usianya lebih dari 200 tahun.

Meski berada ditengah pemukiman padat penduduk, di destinasi De Djawatan pengunjung akan merasa sedang berada dihutan tropis. Seluruh lokasi teduh tertutup rindangnya dedaunan. Dan tiap batang pohon trembesi, tumbuh parasite selayak pemandangan dalam film The Lord of The Ring, jelasnya.(bd)